Warga Perlu Perdes Penertiban Hewan Ternak yang Masih Berkeliaran

Parimo || desa-ogotion.com Ogotion Penerapan Peraturan Desa (Perdes) tentang penertiban hewan ternak perlu dilakukan, dikarenakan keberadaan hewan-hewan ternak seperti kambing dan sapi milik warga sudah sangat meresahkan masyarakat, yang bebas merusak berbagai tanaman warga.

Yeri yang kesehariannya sebagai pekebun , merasa sangat resah akan hewan-hewan ternak yang bebas berkeliaran memakan tanaman yang ditanaminya yang baru berumur beberapa bulan tanam rusak akibat dimakan kambing milik warga yang bebas berkeliaran ke kebun-kebun warga.

“Saya tidak mau terlalu anarkis, seperti hewan kambing dan Sapi yang masuk ke pekarangan kebunan saya yang baru berumur 1 bulan dan merusak dengan memakan daunnya. Misalkan menangkap dan saya ikat atau sengaja saya ciptakan hewan tersebut biar pemiliknya dapat menertibkan ternaknya. Karena masih mikir akan kesadaran warga.” Jelas Yeri saat ditemui Rabu (8/10/2020) di kediamannya.

Sementara itu Yeri juga berharap Kepada Pemerintah Desa dan BPD agar nantinya ada peraturan yang ditegakkan terkait hewan ternak yang bebas berkeliaran yang merusak berbagai tanaman milik warga. “Saya sudah memberikan peringatan, namun sampai saat ini belum juga ada tindakan dari pemilik hewan ternak yang berkeliaran. Kedepannya harapan saya baik pemerintah desa atau pemerintah kecamatan ada ketegasan terkait hal ini” ujarnya.

Budi T Udjing saat dikonfirmasi, menjelaskan terkait hewan ternak yang berkeliaran memang perlu peraturan-peraturan yang ditegakkan. Misal seperti Perda Nomor 25 Tahun 2006 Tentang Hewan ternak kami selaku pemerintah Desa Ogotion sudah sering menyapukan kepada masyarakat Sekaitan dengan Perda Nomor 25 tapi masih saja pemilik ternak tetap membiarkan ternaknya berkeliaran, kami akan tidak lanjut melalui peraturan desa (Perdes) agar warga yang memiliki hewan ternak seperti sapi dan kambing (hewan ternak berkaki 4) dapat mengawasi atau mengkordinir hewan ternak yang dimiliki warga. Perdes tentang ternak kami akan bahas Bersama BPD akhir Bulan Oktober 2020

Sementara itu, Rahli Selaku ketua BPD Desa Ogotion. Menambakan Kami akan Membuat peraturan desa tentang hewan ternak karna hewan ternak kambing dan sapi masih banyak berkeliaran di jalan raya dan di kebun masyarakat untu menjaga hal-hal yang tidak dinginkan, kami berharap kepada masyarakat Ogotion untuk mengandangkan hewan ternaknya dan dalam waktu dekat kami akan mengundang kepala desa dan aparat untuk Bermusyawarah Sekaitan dengan permasalahan ini tutupnya .

Penulis : Operator Desa (Sumiaseh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here