Sejarah Desa

Diperkirakan Sejak tahun 1823 Desa Ogotion sudah dihuni oleh suku Bajo namun pada saat itu masih tinggal di atas perahu bersama keluarganya hanya sebagian kecil saja yang sudah bermukim di darat itupun rumah mereka masih rumah panggung di atas air dan mata pencaharian  mereka yang utama adalah sebagai  Nelayan. Pada saat  itu juga masyarakat Ogotion sangat kesulitan mendapatkan beras. pada tahun 1925 masyarakat bajo sudah mulai berkebun kelapa. Saat itu komunitas bajo yang berada di Ogotion (Ogotion) masih termasuk dalam kerajaan Moutong dan yang menjabat sebagai Raja pada saat itu adalah Kuti Tombolotutu. Kepala jaga pada saat itu Bapak Salahu (Alm) periode 1946-1967. Secara Administrasi ogotio (Ogotion) merupakan bagian dari Desa Bajo selama 8 tahun yaitu pada tahun 1954-1962 namun pada tahun 1955-1959 desa tersebut itu tidak berpenghuni dikarenakan adanya peristiwa pembunuhan 2 Kepala Desa yaitu Bapak Yoto Paha Selaku Kades Tilung dan Bapak Latif Lamohamad sebagai Kades Mepanga, sejak peristiwa itu masyarakat Ogotion mengungsi ke beberapa daerah yaitu  Parigi , Siney, Palasa, Ambesia, bajo , Terosiaje dan Beberapa pulau yang ada di sekitar perairan Teluk Tomini   mereka mengungsi selama 4 tahun dan pada tahun 1959 masyarakat Ogotion kembali ke Desa tersebut namun hanya sebanyak 40 KK saja, yang di prakarsai oleh Bapak Ujing Kapipi (Alm) selaku Tokoh  Masyarakat.  Pada tahun 1963-1966 sudah menjadi bagian dari Desa Ongka selama 3 tahun, pada tahun 1967-1970  dialihkan lagi  menjadi masyarakat Malino  selama 3 tahun, pada tahun 1970- 1973 tergabung dengan Desa Mepanga selama 3 tahun, tahun 1974- 1977  kemudian pada tahun 1977 – 2002 bergabung dengan Desa mensung selama 28 tahun. Dan sejak tahun 2003 sampai dengan sekarang telah dimekarkan menjadi Desa definitif.

Nama Ogotio berasal dari Bahasa Tomini  yang artinya Ogo Air dan Tion Rotan Pengertian Ogotion menurut Bahasa Darerah Tomini Air Rota Sementara Menurut sejarah bahwa Ogotio juga Berasal dari bahasa gorontolo artinya  sungai ke sembilan, dikarenakan perkembangan zaman nama Ogotio berubah menjadi Ogotion, saat itu masyarakat Ogotion sangat kesulitan mendapatkan sumber air bersih. Sejak tahun 1972 desa Ogotion termasuk daerah tujuan  transmigrasi dari daerah Bali dan Jawa, yang mayoritas beragama Hindu dan Pada tahun 1978 masyarakat Dusun Ogotion Desa Mensung mengutus bapak Karim Anda bertemu dengan Ince Rasyid Hj. Muda untuk mengusulkan pemekaran Desa Ogotion akan tetapi hasilnya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh masyarakat Dusun Ogotion. Pada tahun 2002 diusulkan kembali pemekaran Desa dan  masyarakat dusun Ogotion membentuk panitia pemekaran yang terdiri dari ketua panitia H. Imran, Sekertaris S. Udjing, Bendahara Y. Udjing. Tahun 2003 Dusun Ogotion telah menjadi Desa persiapan, pada tahun 2005   peresmian Desa definitif dan langsung pemilihan Kepala Desa sementara yaitu bapak Yodo Udjing